Senin, 28 Maret 2016

Untuk Sahabat

Untuk Sahabat Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Jam menunjukkan pukul 2 siang. Ponselku bordering, ada pesan masuk dari Vivi.
“Chita, udah lama nunggu ya? Lima menit lagi aku nyampe, macet nih,”
“Tenang aja Vi, aku lagi nggak buru-buru kok, aku tunggu di meja biasa ya,”

Aku memandang ke luar café. Ada banyak orang yang hilir mudik memasuki pusat perbelanjaan terbesar di kotaku. Mulai dari anak-anak, remaja, anak kuliahan sampai nenek-nenek dengan pengasuhnya lalu lalang di depan café dimana aku menghabiskan satu jam terakhirku. Ya, satu jam untuk menunggu Vivi.

Semalam gadis itu meneleponku, menangis. Dia tak banyak bercerita, hanya menginginkan aku menemuinya di café favorit kita. Aku setuju. Dan hari ini aku meninggalkan kelas dan kampusku. Untung saja aku tak ada jadwal mengajar. Urusan dengan mahasiswaku juga sudah aku cancel. Sore ini benar-benar aku luangkan untuk wanita berparas ayu ini.

Vivi tergopoh menghampiriku. Wajahnya yang cantik di usianya yang memasuki seperempat abad sangat kukenal. Wajah ayu khas puteri keraton dipadukan dengan kulit putih khas peranakan Eropa. Perfect!
“Maaf banget Chita, aku telatn
... baca selengkapnya di Untuk Sahabat Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Minggu, 27 Maret 2016

ERNAWATI LILYS: Menjadikan Blog Sebagai Monumen Sejarah

ERNAWATI LILYS: Menjadikan Blog Sebagai Monumen Sejarah Pribadi Ernawati Lilys&dua buah hatinya Wanita manis bernama lengkap Lilis Ernawati namun lebih dikenal sebagai Ernawati Lilys, ibu dua anak ternyata seorang penulis selain blogger. Padahal saya mau ngulik dirinya di dunia blogger nih hehehe, tapi begitu tahu dirinya seorang penulis jadi penasarannya berpaling arah. Ehmmm, kira-kira mengapa sudah memiliki karir sebagai penulis buku, kemudian menjadi blogger, ya? Yuk, kita cari jawabannya melalui obrolan saya dengan Mba Erna via inbox facebook. Terus terang, ini obrolan pertama saya dengan beliau, berawal dari kesempatan saya menulis tentang dirinya dan baru saya sadari bahwa Mba Erna atau lebih dikenal Ernawati Lilys ini adalah penulis yang saya baca tulisannya saat mengikuti GA kelas kepenulisan Leyla Hana dan Riawani Elyta, dan alhamdullilah keluar sebagai salah satu pemenang. Kok, saya sampai tidak menyadari pemenang yang saya pilih ya, dan tersadar ketika membaca obrolan di group WA bahwa Mba Erna lah pemenang GA kelas kepenulisan dua penulis kece Leyla Hana dan Riawani Elyta, sebab saya setiap menilai sebuah tulisan selalu mengabaikan ‘sebuah nama’, kalau pun tersebut begitu saja, sepintas lalu saja. Sehingga Insaallah penilaian itu tanpa karena kenal atau pun karena dekat. Baiklah, kembali ke topik: Ernawati Lilys, saya panggil Mba Erna saya, ya. Awalnya adalah seorang penulis, mulai dari buku-buku antologi hingga buku solo. Berbagi waktu dengan anak-anak yang masih kecil-kecil berjibaku dengan tugas sebagai istri dan ibu, bukan kendala buat menulis. Jika pun terasa suntuk, mba Erna berkomentar sedikit komikal: “Saya mandi lama, pakai baju rapi, rambut diikat, pakai parfum, duduk ala sekretaris dan ngetik. Walau bertahan 15 menit karena harus bersihin ompol. Setidaknya semangat nulis lagi” Berbagi waktunya seperti apa? “Misalnya di jam 1 pagi sampai jam 4 pagi. Setelah subuh, ya beberes rumah sampai mandiin anak, nyuapin anak makan,dan main sama anak hingga siang. Ketika mereka tidur siang bisa me time lagi baca buku,nulis...” Sebegitu besarnya perjuangan untuk tetap menulis, jeda terbangun di waktu pukul 1 hingga 4 pagi lalu menjalani berbagai aktifitas seorang istri dan ibu, patut diberi pujian, Mba Erna sungguh-sungguh menjalani karirnya sebagai penulis. Yap, karena memang cita-cita ibu muda ini menjadi PENULIS. “Hobi menulis ini lah yang mengantarkan saya jadi blogger...” Nah, rupanya justru menjadi penulis lah makanya kemudian mba Erna menjadi blogger. Mengapa? Hahaha..masih bertanya lagi nih. Iya lah, kan belum tahu kenapa menjadi penulis bisa membuat Mba Erna jadi blogger. Penulis yang memiliki blog sejak tahun 2004, awal mulanya ngeblog sesuka hati, tanpa mengenal ilmu ngeblog sama sekali. Menulis begitu saja di blog. “Untuk rekam jejak karya saya terutama ketika buku baru saya terbit, lalu menyusul rekam jejak saya menang lomba menulis,lomba ngeblog nulis beberapa artikel di media, semua di catat diblog, agar sewaktu-waktu cari data yg harus cepat tinggal buka blog saja.” Wow, sudah ada catatan menang lomba blog juga ternyata, padahal aktif di blog belum lama juga. Menurut Mba Erna, dirinya aktif di blog sejak gabung dengan komunitas blogger tahun 2014. Aktif dan tentu saja mulai serius fokus ngeblog di blog. Mau tahu dong, apa saja sih prestasi Mba Erna di dunia blogger yang sudah ditekuni secara serius selama 2 tahun ini. Silakan ya, main-main ke blognya. Eh. mana alamatnya? Lanjut dulu saja baca artikel ini ^_^ Benar-benar ya, Mba Erna ini seorang ibu yang apik dalam mencatat rekam jejaknya hingga saya terinspirasi mengikuti jejaknya: Menjadikan Blog Sebagai Monumen Sejarah Pribadi. Sebenarnya apa sih harapan Mba Erna sehingga menjadikan blog sebagai monumen sejarah pribadinya? “Saya berharap semoga tulisan yang saya postingan ini bermanfaat bagi pembaca dan khususnya sebagai catatan untuk kelak dibaca anak-anak saya, bahwa mereka memiliki seorang ibu yang penuh semangat berbagi...” Haduwww, brebes mili ya, saya jadi ingat anak-anak saya. Sejarah seperti apakah yang kelak saya tinggalkan dalam ingatan mereka? Sudahkah bermanfaat tulisan saya bagi pembaca? Ok, sebagai penutup dari obrolan saya dengan Mba Erna, saya mau membagi tips dari penulis plus blogger keren ini: “Ikut komunitas biasanya banyak ilmu yg didapat juga link pertemanan dengan blogger, ikut event, tetap posting yg bermanfaat dan jaga kepercayaan pembaca...” Dan buat kenal lebih lanjut untuk mencari inspirasi dalam dirinya, bisa jalan-jalan ke blognya yang bertema; Dunia Menulis Ernawati Lilys. Di sana selain jejak rekam pribadi, terdapat juga artikel kepenulisan